Prosedur Medis
Sunat Bayi (Sirkumsisi Neonatal)
Prosedur sunat untuk bayi dengan metode modern yang aman dan cepat
Sirkumsisi neonatal adalah prosedur pengangkatan kulit yang menutupi ujung penis (preputium) pada bayi baru lahir atau bayi usia 0-2 bulan. Prosedur ini dilakukan atas alasan agama, budaya, atau medis. Sunat pada usia bayi memiliki beberapa keuntungan seperti proses penyembuhan lebih cepat, risiko komplikasi lebih rendah, dan trauma psikologis minimal.Klinik kami menggunakan metode modern dengan teknik clamp (klem) yang aman dan terbukti efektif. Prosedur dilakukan oleh dokter berpengalaman dalam kondisi steril dengan anestesi lokal untuk meminimalkan rasa sakit.
Estimasi Biaya:
Rp 500.000
Indikasi:
Alasan agama (Islam, Yahudi)
Alasan budaya dan tradisi
Phimosis (kulup terlalu ketat)
Paraphimosis (kulup tersangkut di belakang kepala penis)
Infeksi berulang pada kulup (balanitis)
Infeksi saluran kemih berulang
Riwayat keluarga dengan kanker penis
Pencegahan infeksi menular seksual di masa depan
Kemudahan menjaga kebersihan
Kontraindikasi:
Persiapan:
Konsultasi dokter: Pemeriksaan kesehatan bayi, memastikan tidak ada kelainan anatomi
Puasa: Bayi ASI: puasa 2-3 jam sebelum prosedur, Bayi susu formula: puasa 3-4 jam
Mandi: Mandikan bayi dengan sabun antiseptik sebelum ke klinik
Pakaian: Bawa baju bayi yang bersih dan longgar (lebih baik celana/popok longgar)
Perlengkapan: Bawa popok, tisu basah, botol susu, dan pakaian ganti
Informed consent: Orang tua menandatangani surat persetujuan tindakan
Pemeriksaan lab: Jika perlu, cek hemoglobin dan trombosit (terutama jika ada riwayat perdarahan)
Kondisi orang tua: Pastikan ibu/ayah dalam kondisi tenang, bayi merasakan kecemasan orang tua
Tahapan Prosedur:
1
Registrasi dan verifikasi identitas bayi
2
Pemeriksaan kondisi umum bayi (suhu, nadi, pernapasan)
3
Persiapan alat dan bahan dalam kondisi steril
4
Bayi diposisikan dengan nyaman (biasanya di papan khusus dengan fiksasi lembut)
5
Desinfeksi area genital dengan antiseptik (povidone-iodine)
6
Pemberian anestesi lokal (krim EMLA atau injeksi lidokain di pangkal penis)
7
Menunggu 5-10 menit hingga area mati rasa
8
Pemasangan klem/clamp pada preputium
9
Pemotongan kulit preputium dengan pisau steril
10
Hemostasis (menghentikan perdarahan) dengan kasa atau kauterisasi
11
Aplikasi salep antibiotik
12
Pemasangan perban steril
13
Observasi 30-60 menit untuk memastikan tidak ada perdarahan
14
Bayi boleh diberi ASI/susu setelah prosedur
15
Edukasi perawatan luka kepada orang tua
16
Pemberian resep obat (antibiotik, pereda nyeri)
Pasca Prosedur:
Hari 1-3: Luka akan tampak merah, sedikit bengkak, dan ada sisa klem (normal). Jangan lepas perban kecuali instruksi dokter. Jika perban lepas atau basah, ganti dengan kasa steril yang diberi salep.
Ganti popok: Ganti popok lebih sering (setiap 2-3 jam) untuk menjaga area tetap kering. Bersihkan dengan air hangat, keringkan, lalu oleskan salep antibiotik.
Mandi: Boleh dimandikan setelah 24 jam, hindari merendam di bak. Lap dengan lembut, jangan digosok.
Pakaian: Gunakan popok/celana longgar, hindari celana ketat yang menekan luka.
Posisi tidur: Telentang atau miring, hindari posisi tengkurap.
Obat: Berikan obat pereda nyeri (paracetamol) sesuai dosis jika bayi rewel. Oleskan salep antibiotik 3-4x sehari setelah ganti popok.
Pemberian ASI/susu: Normal seperti biasa untuk membantu bayi tenang.
Lepas klem: Klem biasanya lepas sendiri dalam 5-7 hari. Jika belum lepas, kontrol ke dokter.
Sembuh total: 7-14 hari. Luka akan mengering dan kulit baru terbentuk.
Kontrol: Hari ke-3 dan ke-7 atau jika ada masalah.
Komplikasi & Risiko:
• Perdarahan: Paling umum (1-2% kasus). Biasanya ringan dan berhenti sendiri dengan penekanan kasa. Perdarahan signifikan sangat jarang.
• Infeksi: 0.2-0.4% kasus. Tanda: demam, luka merah dan makin bengkak, keluar nanah, bau tidak sedap. Bisa diatasi dengan antibiotik.
• Nyeri: Normal 2-3 hari pertama. Bayi mungkin rewel dan menangis lebih sering.
• Meatus stenosis: Penyempitan lubang kencing (jarang, 1-3% kasus). Biasanya baru terlihat beberapa bulan/tahun kemudian.
• Adhesi kulit: Kulit menempel kembali (sangat jarang). Bisa diatasi dengan salep atau tindakan kecil.
• Asimetris/tidak rata: Sangat jarang jika dilakukan oleh dokter berpengalaman.
• Terlalu banyak/sedikit kulit dibuang: Sangat jarang.
• Cedera pada glans penis: Ekstrem jarang.
• Perdarahan aktif yang tidak berhenti setelah ditekan 10 menit
• Demam >38°C
• Luka makin merah, bengkak, atau mengeluarkan nanah
• Bayi tidak mau minum/menyusu >8 jam
• Bayi tidak buang air kecil dalam 12 jam
• Luka berbau busuk
• Bayi terlihat sangat kesakitan atau lemas