Prosedur Medis
Perawatan Saluran Akar (Root Canal)
Perawatan untuk menyelamatkan gigi yang terinfeksi dengan membersihkan saluran akar gigi
Perawatan saluran akar (root canal treatment/RCT) atau yang dikenal dengan istilah "perawatan syaraf gigi" adalah prosedur untuk menyelamatkan gigi yang pulpanya (jaringan lunak di dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah) telah terinfeksi atau mati. Prosedur ini melibatkan pengangkatan pulpa yang terinfeksi, pembersihan dan disinfeksi saluran akar, kemudian pengisian dengan bahan khusus.RCT adalah alternatif pencabutan gigi, sehingga gigi dapat dipertahankan dan berfungsi normal kembali. Setelah RCT, gigi biasanya perlu ditambal permanen atau dipasang mahkota (crown) untuk melindungi struktur gigi yang tersisa.
Estimasi Biaya:
Rp 2.500.000
Durasi:
1-2 jam per kunjungan (2-3 kunjungan)
Indikasi:
Karies (gigi berlubang) dalam yang mencapai pulpa
Pulpitis (radang pulpa) yang tidak dapat sembuh sendiri
Abses gigi (infeksi di ujung akar gigi)
Trauma gigi yang menyebabkan kerusakan pulpa
Gigi sensitif ekstrem terhadap panas/dingin yang tidak membaik
Nyeri gigi spontan terutama malam hari
Gigi berubah warna menjadi abu-abu/kehitaman
Gusi bengkak atau muncul bisul (fistula) di dekat gigi
Persiapan untuk pembuatan mahkota/bridge pada gigi yang pulpanya terbuka
Kontraindikasi:
• Gigi yang tidak dapat direstorasi (rusak terlalu parah)
• Fraktur akar vertikal
• Penyakit periodontal stadium akhir dengan kerusakan tulang parah
• Saluran akar yang tidak dapat diakses atau dibersihkan
• Pasien dengan kondisi medis berat yang tidak stabil
• Gigi dengan prognosis buruk yang lebih baik dicabut
• Diabetes tidak terkontrol (risiko infeksi lebih tinggi)
• Sistem imun lemah
• Riwayat endokarditis
• Sedang menjalani kemoterapi/radioterapi
Persiapan:
Konsultasi dan foto rontgen untuk melihat kondisi akar gigi
Bersihkan gigi dengan sikat gigi sebelum datang
Makan sebelum prosedur
Informasikan riwayat medis dan alergi obat
Jika ada infeksi akut, dokter akan berikan antibiotik terlebih dahulu 3-5 hari
Konsumsi obat pereda nyeri 1 jam sebelum prosedur jika perlu
Siapkan waktu karena RCT bisa memakan waktu 1-2 jam per kunjungan
Siapkan budget karena RCT biasanya memerlukan 2-3 kunjungan
Tahapan Prosedur:
1
Kunjungan 1 - Pembukaan dan Pembersihan:
2
Anestesi lokal (suntik bius) untuk mematikan rasa
3
Isolasi gigi dengan rubber dam untuk menjaga area tetap kering dan steril
4
Membuat akses ke ruang pulpa dengan bor
5
Mengukur panjang saluran akar dengan apex locator atau foto rontgen
6
Mengangkat jaringan pulpa yang terinfeksi atau mati
7
Membersihkan dan membentuk saluran akar dengan file endodontik
8
Irigasi saluran dengan larutan disinfektan (sodium hypochlorite)
9
Penempatan obat antiseptik di dalam saluran
10
Menutup sementara dengan tambalan sementara
11
Kunjungan 2 - Pengisian Saluran (1-2 minggu kemudian):
12
Membuka tambalan sementara
13
Membersihkan ulang saluran akar
14
Mengeringkan saluran akar
15
Mengisi saluran akar dengan gutta-percha dan sealer
16
Foto rontgen untuk memastikan pengisian sempurna
17
Menutup dengan tambalan sementara atau permanen
18
Kunjungan 3 - Restorasi Akhir (opsional):
19
Pemasangan tambalan permanen atau mahkota (crown)
Pasca Prosedur:
Setelah kunjungan pertama: Gigi mungkin terasa sensitif atau nyeri ringan 2-3 hari. Hindari mengunyah di sisi gigi yang dirawat. Minum obat pereda nyeri sesuai resep.
Setelah pengisian saluran: Hindari makanan keras dan lengket. Jangan mengunyah dengan gigi yang dirawat sampai restorasi permanen dipasang.
Kebersihan mulut: Sikat gigi dan flossing normal. Berkumur dengan air garam hangat jika ada pembengkakan gusi.
Makanan: Hindari makanan terlalu panas, dingin, keras atau lengket selama beberapa hari.
Kontrol: Kembali sesuai jadwal untuk menyelesaikan perawatan. Foto rontgen follow-up 6-12 bulan kemudian.
Restorasi final: Pasang mahkota (crown) dalam 2-4 minggu setelah RCT selesai untuk melindungi gigi.
Komplikasi & Risiko:
• Nyeri pasca perawatan: Normal 2-7 hari, bisa diatasi dengan obat pereda nyeri
• Pembengkakan: Bisa terjadi terutama jika ada infeksi sebelumnya
• Infeksi persisten: 5-10% kasus, mungkin perlu perawatan ulang atau bedah apikoektomi
• Instrumen patah: Jarang, file bisa patah di dalam saluran
• Perforasi akar: Sangat jarang, bisa menyebabkan kegagalan perawatan
• Fraktur gigi: Gigi yang sudah RCT lebih rapuh dan bisa patah jika tidak dipasang mahkota
• Perubahan warna gigi: Gigi bisa menjadi lebih gelap seiring waktu
• Kegagalan perawatan: 5-15% kasus dalam 10 tahun, memerlukan perawatan ulang atau pencabutan