Prosedur Medis
Cabut Gigi (Ekstraksi)
Prosedur pencabutan gigi yang rusak atau bermasalah dengan teknik modern dan minim nyeri
Ekstraksi gigi adalah prosedur pengangkatan gigi dari soketnya di tulang rahang. Prosedur ini dilakukan ketika gigi sudah tidak dapat dipertahankan lagi karena kerusakan parah, infeksi, atau alasan ortodonti. Klinik kami menggunakan teknik modern dengan anestesi lokal untuk memastikan pasien merasa nyaman selama prosedur.Ekstraksi dapat berupa ekstraksi sederhana (gigi yang terlihat di atas gusi) atau ekstraksi bedah (gigi yang belum tumbuh sempurna atau patah di bawah garis gusi).
Estimasi Biaya:
Rp 350.000
Indikasi:
Gigi rusak parah dan tidak dapat ditambal
Infeksi gigi yang tidak bisa diatasi dengan perawatan saluran akar
Penyakit periodontal (gusi) stadium lanjut
Gigi berjejal (untuk keperluan ortodonti/behel)
Gigi bungsu impaksi yang menyebabkan nyeri
Gigi goyang akibat penyakit gusi
Gigi susu yang tidak tanggal sendiri
Persiapan pemasangan gigi palsu
Kontraindikasi:
• Infeksi akut yang belum terkontrol (sebaiknya diberi antibiotik dulu)
• Gangguan pembekuan darah (hemofilia)
• Sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi
• Riwayat endokarditis atau kelainan katup jantung (perlu antibiotik profilaksis)
• Hamil trimester pertama (sebaiknya ditunda)
• Diabetes tidak terkontrol
• Hipertensi berat tidak terkontrol
• Sedang konsumsi obat pengencer darah (konsultasi dokter untuk penghentian sementara)
Persiapan:
Makan 2-3 jam sebelum prosedur (jangan perut kosong)
Sikat gigi dan berkumur sebelum ke klinik
Informasikan riwayat penyakit dan obat yang dikonsumsi
Hentikan obat pengencer darah sesuai instruksi dokter (3-5 hari sebelumnya)
Jika nervous, boleh minta obat penenang (konsultasi dokter)
Jangan minum alkohol 24 jam sebelumnya
Pakai baju yang nyaman
Datang dengan pendamping jika perlu
Tahapan Prosedur:
1
Konsultasi dan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi
2
Foto rontgen gigi jika diperlukan untuk melihat posisi akar
3
Pemberian anestesi lokal (suntik bius) di area gigi yang akan dicabut
4
Menunggu 5-10 menit hingga area mati rasa
5
Melonggarkan gigi dengan elevator (alat khusus)
6
Mencabut gigi dengan tang ekstraksi
7
Membersihkan soket gigi dari sisa jaringan
8
Menempatkan kasa steril untuk menghentikan perdarahan
9
Gigit kasa selama 30-45 menit
10
Instruksi perawatan pasca cabut dan resep obat
Pasca Prosedur:
30-60 menit pertama: Gigit kasa dengan kuat, jangan berkumur atau meludah
24 jam pertama: Jangan berkumur, merokok, atau minum dengan sedotan (bisa mengganggu pembekuan darah)
Makan dan minum: Tunggu hingga bius hilang (2-3 jam), konsumsi makanan lembut/dingin (es krim, bubur, jus), hindari makanan panas, keras, dan pedas selama 3 hari
Kompres: Kompres dingin di pipi area cabut selama 15 menit untuk mengurangi bengkak (24 jam pertama)
Obat: Minum obat pereda nyeri dan antibiotik sesuai resep dokter
Kebersihan: Sikat gigi hati-hati, hindari area cabut selama 24 jam pertama, setelah 24 jam boleh berkumur air garam hangat
Istirahat: Hindari aktivitas berat 2-3 hari, tidur dengan kepala lebih tinggi (gunakan 2 bantal)
Kontrol: Kembali ke dokter 3-7 hari kemudian atau jika ada masalah
Komplikasi & Risiko:
• Nyeri: Normal 2-3 hari, bisa diatasi dengan obat pereda nyeri
• Bengkak: Normal 2-3 hari terutama pada ekstraksi bedah
• Perdarahan: Perdarahan ringan 24 jam pertama adalah normal, jika terus berlanjut segera hubungi dokter
• Dry socket (alveolitis): Soket kering karena bekuan darah lepas (2-5% kasus), menyebabkan nyeri hebat 3-4 hari pasca cabut
• Infeksi: Jarang terjadi jika minum antibiotik sesuai resep
• Mati rasa sementara: Pada ekstraksi gigi bungsu bawah (jarang, biasanya pulih dalam beberapa minggu)
• Patah tulang rahang: Sangat jarang, biasanya pada tulang rahang yang sudah lemah
• Gigi tetangga goyang: Jarang terjadi pada ekstraksi yang sulit